II.IPengertian
Filsafat Pendidikan Islam
Sebelum mengemukakan pengertian Filsafat Pendidikan
Islam perlu diutarakan secara sepintas mengenai pengertian filsafat. Hingga
kini tidak ada kesepakatan para ahli dalam merumuskan pengertian filsafat,
disebabkan karena berbedanya sudut pandang yang digunakan dari masing-masing.
Namun demikian dapat dikemukakan bahwa kata Filsafat
yang berasal dari bahasa Yunani philosophia: Philos berarti
cinta, dan Shophia berarti pengetahuan, hikmah, atau kebenaran. Dengan
demikian dari segi etimologi, kata filsafat berarti “cinta terhadap pengetahuan
atau kebijaksanaan”.
Dari pengertian menurut bahasa tersebut dapat
ditegaskan bahwa orang yang suka berfilsafat cenderung cinta terhadap ilmu dan
kebijaksanaan, atau selalu ingin mengetahui hakikat tentang sesuatu, karena
filsafat pada intinya adalah upaya mencurahkan seluruh pemikiran dalam rangka
mencari sebuah kebenaran atau hakikat tentang sesuatu yang ada.
Sebagaimana halnya dengan pengertian secara etimologi,
maka secara terminologi atau istilah, rumusan pengertian filsafat juga berbeda di
kalangan para ahli. Dari sekian banyak pengertian yang ada, salah satu rumusan
pengertian yang dapat dijadikan rujukan adalah sebagaimana yang dikemukakan
oleh Sidi Gazalba yang mengartikan Filsafat sebagai; “befikir secara
mendalam, sistematis, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran,
inti, atau hakikat, mengenai segala sesuatu yang ada”.
Dari rumusan pengertian filsafat tersebut maka
dapatlah ditegaskan bahwa pengertian Filsafat Pendidikan Islam adalah:
Berfikir
secara mendalam, sistematis, radikal, dan universal mengenai segala hal yang
berkaitan dengan kependidikan, dengan berlandaskan ajaran Islam tentang hakikat
kemampuan dan potensi manusia agar dapat dibina dan dikembangkan serta
dibimbing agar menjadi manusia yang seluruh kepribadiannya dijiwai oleh ajaran
Islam.
Dalam bahasa yang disederhanakan dapat dikatakan bahwa
Filsafat Pendidikan Islam adalah berfikir secara mendalam untuk menemukan
solusi terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan seluruh aspek pendidikan
Islam, agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan sesuai dengan ajaran
Islam.
Dari pengertian Filsafat Pendididkan Islam seperti
tersebut di atas, jelaslah bahwa, arah dari mata kuliah ini, berupaya untuk
membekali mahasiswa sebagai calon pendidik dan aktivis kependidikan, agar dapat
mengembangkan kreativitas berfikirnya dalam rangka mencari solusi dari berbagai
permasalahan dalam kependidikan Islam, baik yang menyangkut dengan manusia
sebagai makhluk paedagogik, alam raya, maupun hal-hal yang berkaitan dengan
berbagai pemikiran yang melatar belakangi pelaksanaan suatu aktivitas
pendidikan Islam, seperti metode, tujuan, kurikulum, dan lain sebagainya.
II.IIRuang
Lingkup Filsafat Pendidikan Islam
Jika diamati secara seksama, dari uraian mengenai
pengertian Filsafat Pendidikan Islam, secara sepintas tergambar pula mengenai
ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam. Namun demikian, nampaknya secara
khusus masalah tersebut masih perlu dipertegas lagi. Penjelasan mengenai ruang
lingkup ini mengandung indikasi bahwa Filsafat Pendidikan Islam sebagai sebuah
disiplin ilmu harus menunjukkan dengan jelas mengenai bidang kajian atau
cakupan pembahasannya.
Dari beberapa tulisan yang membahas mengenai ruang
lingkup Filsafat Pendidikan Islam, cukup memberikan gambaran yang jelas bahwa
ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat
dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru,
kurikulum, metode, dan lingkungan pendidikan. Bagaimana agar semua masalah
tersebut dapat disusun dan dicarikan solusinya, tentu saja harus ada pemikiran
yang melatar belakanginya. Pemikiran yang melatar belakinya itulah yang
kemudian menjadi wilayah dari disiplin Filsafat Pendidikan Islam.
Oleh karena itu, dalam mengkaji Filsafat Pendidikan
Islam seseorang dituntut harus pula memahami konsep tujuan pendidikan Islam,
guru, murid, metode, kurikulum, dan lain sebagainya. Dengan demikian dalam
Filsafat Pendidikan Islam terdapat pemaduan dua disiplin ilmu yakni filsafat
dan pendidikan secara umum. Di samping itu, seseorang harus pula menguasai
paling tidak pokok-pokok ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis,
karena sumber dari Filsafat Pendidikan Islam dikaji secara mendalam dari ajaran
Islam itu sendiri yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis.
Dalam uraian ini perlu juga dipertegas bahwa meskipun
Filsafat Pendidikan Islam berupaya menjawab semua permasalahan menyangkut semua
hal yang berkaitan dengan pendidikan Islam, namun ruang lingkupnya bukanlah
hal-hal yang bersifat teknis operasional dalam pendidikan, melainkan segala hal
yang mendasari serta mewarnai corak sistem dan pelaksanaan pendidikan Islam.
II.III Sumber-sumber
Filsafat Pendidikan Islam
Filsafat Pendidikan Islam sebagai sebuah disiplin
ilmu, secara epistemologis seyogyanya mempertanyakan dari mana Filsafat
Pendidikan Islam dapat diambil.? Atau dengan kata lain, sumber-sumber apa saja
yang dapat menjadi pegangan keilmuan bagi Filsafat Pendidikan Islam.?
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, Abuddin Nata
menegaskan bahwa Filsafat Pendidikan Islam bukanlah Filsafat Pendidikan yang
bercorak liberal, bebas, dan tanpa batas etika, sebagaimana halnya dengan
Filsafat Pendidikan pada umumnya. Filsafat Pendidikan Islam adalah Filsafat Pendidikan yang berdasarkan ajaran
Islam atau Filsafat Pendidikan yang dijiwai oleh ajarn Islam.
Filsafat Pendidikan Islam bersumber dari ajaran Islam,
yaitu Al-Quran dan Hadis yang senantiasa dijadikan sebagai landasan bagi
Filsafat Pendidikan Islam. Dengan demikian, sumber Filsafat Pendidikan Islam
adalah digali dari ajaran Islam secara keseluruhan. Selain itu, Filsafat
Pendidikan Islam juga mengambil sumber-sumber dari ajaran lain yang dinilai
tidak bertentangan dengan pokok-pokok ajaran Islam. Dalam kontek ini, menurut
Abdul Rahman Shalih Abdullah menyebutkan bahwa para ahli ilmu Filsafat
Pendidikan Islam dapat digolongkan kepada dua corak aliran, yakni;
(1) mereka yang mengadopsi konsep-konsep non-Islam dan
kemudian memadukannya ke dalam pemikiran pendidikan Islam;
(2) mereka yang tergolong ke dalam kelompok yang
tradisional yang hanya mengambil sumber Filsafat Pendidikan Islam dari Al-Quran
dan Hadis.
Berdasarkan dua kelompok pembagian tersebut di atas,
dapat dikatakan bahwa kelompok pertama merupakan aliran yang bercorak
liberal, dan kelompok kedua merupakan kelompok yang beraliran
konservatif. Dalam hal ini, menurut pendapat kami, bahwa meskipun Filsafat
Pendidikan Islam berlandaskan kepada ajaran Islam (Al-Quran dan Hadis), namun
Filsafat Pendidikan Islam juga perlu mengadopsi sumber-sumber lain yang bekaitan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Namun perlu ditegaskan bahwa
dalam pengadopsian tersebut harus dilakukan dengan seselektif mungkin, agar
dapat terhindar dari hal-hal yang bertentangan dengan pokok-pkok ajaran Islam.
Argumen ini berangkat dari sebuah hadis yang sangat populer: ??????????
????????? ?????? ?????????? (Tuntutlah ilmu, walaupun di negeri Cina).
II.IV Urgensi
dan Fungsi Filsafat Pendidikan Islam
Permasalahan yang perlu dijawab pada bagian ini
adalah; untuk apa mempelajari Filsafat Pendidikan Islam.? Pertanyaan ini harus
terlebih dahulu diajukan karena setiap disiplin ilmu pasti memiliki kegunaan,
demikian pula halnya dengan Filsafat Pendidikan Islam.
Para ahli dalam bidang Filsafat Pendidikan Islam telah
banyak melakukan penelitian secara teoritis mengenai kegunaan dari Filsafat
Pendidikan Islam. Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibany misalnya mengemukakan
beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam mempelajari Filsafat Pendidikan
Islam, salah satu yang terpenting di antaranya adalah;
Filsafat
Pendidikan dapat membantu para perancang dan pelaksana pendidikan dalam suatu
negara atau wilayah, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka
untuk menentukan arah dan tujuan ke mana pendidikan beserta hasilnya akan
diarahkan, sesuai dengan cita-cita negara atau wilayah yang bersangkutan.
Senada dengan itu, George R. Knight sebagaimana
dikutip oleh Toto Suharto, secara umum menyebutkan 4 (empat) urgensi dari
mempelajari Filsafat Pendidikan Islam, yaitu:
a. Dapat
membantu para pendidik dan aktivis kependidikan untuk memahami berbagai
persoalan mendasar tentang pendidikan.
b.
Memungkinkan bagi para pendidik untuk dapat mengevaluasi secara lebih baik, dan
memilih berbagai tawaran yang merupakan solusi bagi persoalan-persoalan kependidikan.
c. Untuk
membekali para pendidik dan aktivis kependidikan berfikir klarifikatif tentang
tujuan-tujuan hidup dalam kaitannya dengan pendidikan.
d. Untuk
memberi bimbingan dalam mengembangkan suatu sudut pandang yang konsisten, dan
mengembangkan berbagai program pendidikan yang berhubungan secara realistis
dengan konteks negara secara khusus, dan dunia global secara umum.
Dari beberapa manfaat mempelajari Filsafat Pendidikan,
dapat disimpulkan bahwa pada intinya, Filsafat Pendidikan Islam merupakan
pegangan dan pedoman yang dapat dijadikan landasan filosofis bagi pelaksanaan
pendidikan Islam dalam rangka upaya untuk menghasilkan generasi baru yang
terdidik dan berkepribadian Muslim, di mana seluruh perilaku hidupnya
senantiasa dijiwai oleh ajaran Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar