Sabtu, 08 Maret 2014

Filsafat Pendidikan



II.IPengertian Filsafat Pendidikan Islam
Sebelum mengemukakan pengertian Filsafat Pendidikan Islam perlu diutarakan secara sepintas mengenai pengertian filsafat. Hingga kini tidak ada kesepakatan para ahli dalam merumuskan pengertian filsafat, disebabkan karena berbedanya sudut pandang yang digunakan dari masing-masing.
Namun demikian dapat dikemukakan bahwa kata Filsafat yang berasal dari bahasa Yunani philosophia: Philos berarti cinta, dan Shophia berarti pengetahuan, hikmah, atau kebenaran. Dengan demikian dari segi etimologi, kata filsafat berarti “cinta terhadap pengetahuan atau kebijaksanaan”.
Dari pengertian menurut bahasa tersebut dapat ditegaskan bahwa orang yang suka berfilsafat cenderung cinta terhadap ilmu dan kebijaksanaan, atau selalu ingin mengetahui hakikat tentang sesuatu, karena filsafat pada intinya adalah upaya mencurahkan seluruh pemikiran dalam rangka mencari sebuah kebenaran atau hakikat tentang sesuatu yang ada.
Sebagaimana halnya dengan pengertian secara etimologi, maka secara terminologi atau istilah, rumusan pengertian filsafat juga berbeda di kalangan para ahli. Dari sekian banyak pengertian yang ada, salah satu rumusan pengertian yang dapat dijadikan rujukan adalah sebagaimana yang dikemukakan oleh Sidi Gazalba yang mengartikan Filsafat sebagai; “befikir secara mendalam, sistematis, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti, atau hakikat, mengenai segala sesuatu yang ada”.
Dari rumusan pengertian filsafat tersebut maka dapatlah ditegaskan bahwa pengertian Filsafat Pendidikan Islam adalah:
Berfikir secara mendalam, sistematis, radikal, dan universal mengenai segala hal yang berkaitan dengan kependidikan, dengan berlandaskan ajaran Islam tentang hakikat kemampuan dan potensi manusia agar dapat dibina dan dikembangkan serta dibimbing agar menjadi manusia yang seluruh kepribadiannya dijiwai oleh ajaran Islam.
Dalam bahasa yang disederhanakan dapat dikatakan bahwa Filsafat Pendidikan Islam adalah berfikir secara mendalam untuk menemukan solusi terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan seluruh aspek pendidikan Islam, agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan sesuai dengan ajaran Islam.
Dari pengertian Filsafat Pendididkan Islam seperti tersebut di atas, jelaslah bahwa, arah dari mata kuliah ini, berupaya untuk membekali mahasiswa sebagai calon pendidik dan aktivis kependidikan, agar dapat mengembangkan kreativitas berfikirnya dalam rangka mencari solusi dari berbagai permasalahan dalam kependidikan Islam, baik yang menyangkut dengan manusia sebagai makhluk paedagogik, alam raya, maupun hal-hal yang berkaitan dengan berbagai pemikiran yang melatar belakangi pelaksanaan suatu aktivitas pendidikan Islam, seperti metode, tujuan, kurikulum, dan lain sebagainya.

II.IIRuang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam
Jika diamati secara seksama, dari uraian mengenai pengertian Filsafat Pendidikan Islam, secara sepintas tergambar pula mengenai ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam. Namun demikian, nampaknya secara khusus masalah tersebut masih perlu dipertegas lagi. Penjelasan mengenai ruang lingkup ini mengandung indikasi bahwa Filsafat Pendidikan Islam sebagai sebuah disiplin ilmu harus menunjukkan dengan jelas mengenai bidang kajian atau cakupan pembahasannya.
Dari beberapa tulisan yang membahas mengenai ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam, cukup memberikan gambaran yang jelas bahwa ruang lingkup Filsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode, dan lingkungan pendidikan. Bagaimana agar semua masalah tersebut dapat disusun dan dicarikan solusinya, tentu saja harus ada pemikiran yang melatar belakanginya. Pemikiran yang melatar belakinya itulah yang kemudian menjadi wilayah dari disiplin Filsafat Pendidikan Islam.
Oleh karena itu, dalam mengkaji Filsafat Pendidikan Islam seseorang dituntut harus pula memahami konsep tujuan pendidikan Islam, guru, murid, metode, kurikulum, dan lain sebagainya. Dengan demikian dalam Filsafat Pendidikan Islam terdapat pemaduan dua disiplin ilmu yakni filsafat dan pendidikan secara umum. Di samping itu, seseorang harus pula menguasai paling tidak pokok-pokok ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis, karena sumber dari Filsafat Pendidikan Islam dikaji secara mendalam dari ajaran Islam itu sendiri yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis.
Dalam uraian ini perlu juga dipertegas bahwa meskipun Filsafat Pendidikan Islam berupaya menjawab semua permasalahan menyangkut semua hal yang berkaitan dengan pendidikan Islam, namun ruang lingkupnya bukanlah hal-hal yang bersifat teknis operasional dalam pendidikan, melainkan segala hal yang mendasari serta mewarnai corak sistem dan pelaksanaan pendidikan Islam.

II.III Sumber-sumber Filsafat Pendidikan Islam
Filsafat Pendidikan Islam sebagai sebuah disiplin ilmu, secara epistemologis seyogyanya mempertanyakan dari mana Filsafat Pendidikan Islam dapat diambil.? Atau dengan kata lain, sumber-sumber apa saja yang dapat menjadi pegangan keilmuan bagi Filsafat Pendidikan Islam.?
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, Abuddin Nata menegaskan bahwa Filsafat Pendidikan Islam bukanlah Filsafat Pendidikan yang bercorak liberal, bebas, dan tanpa batas etika, sebagaimana halnya dengan Filsafat Pendidikan pada umumnya. Filsafat Pendidikan Islam adalah Filsafat Pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam atau Filsafat Pendidikan yang dijiwai oleh ajarn Islam.
Filsafat Pendidikan Islam bersumber dari ajaran Islam, yaitu Al-Quran dan Hadis yang senantiasa dijadikan sebagai landasan bagi Filsafat Pendidikan Islam. Dengan demikian, sumber Filsafat Pendidikan Islam adalah digali dari ajaran Islam secara keseluruhan. Selain itu, Filsafat Pendidikan Islam juga mengambil sumber-sumber dari ajaran lain yang dinilai tidak bertentangan dengan pokok-pokok ajaran Islam. Dalam kontek ini, menurut Abdul Rahman Shalih Abdullah menyebutkan bahwa para ahli ilmu Filsafat Pendidikan Islam dapat digolongkan kepada dua corak aliran, yakni;
(1) mereka yang mengadopsi konsep-konsep non-Islam dan kemudian memadukannya ke dalam pemikiran pendidikan Islam;
(2) mereka yang tergolong ke dalam kelompok yang tradisional yang hanya mengambil sumber Filsafat Pendidikan Islam dari Al-Quran dan Hadis.
Berdasarkan dua kelompok pembagian tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa kelompok pertama merupakan aliran yang bercorak liberal, dan kelompok kedua merupakan kelompok yang beraliran konservatif. Dalam hal ini, menurut pendapat kami, bahwa meskipun Filsafat Pendidikan Islam berlandaskan kepada ajaran Islam (Al-Quran dan Hadis), namun Filsafat Pendidikan Islam juga perlu mengadopsi sumber-sumber lain yang bekaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Namun perlu ditegaskan bahwa dalam pengadopsian tersebut harus dilakukan dengan seselektif mungkin, agar dapat terhindar dari hal-hal yang bertentangan dengan pokok-pkok ajaran Islam. Argumen ini berangkat dari sebuah hadis yang sangat populer: ?????????? ????????? ?????? ?????????? (Tuntutlah ilmu, walaupun di negeri Cina).

II.IV Urgensi dan Fungsi Filsafat Pendidikan Islam
Permasalahan yang perlu dijawab pada bagian ini adalah; untuk apa mempelajari Filsafat Pendidikan Islam.? Pertanyaan ini harus terlebih dahulu diajukan karena setiap disiplin ilmu pasti memiliki kegunaan, demikian pula halnya dengan Filsafat Pendidikan Islam.
Para ahli dalam bidang Filsafat Pendidikan Islam telah banyak melakukan penelitian secara teoritis mengenai kegunaan dari Filsafat Pendidikan Islam. Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibany misalnya mengemukakan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam mempelajari Filsafat Pendidikan Islam, salah satu yang terpenting di antaranya adalah;
Filsafat Pendidikan dapat membantu para perancang dan pelaksana pendidikan dalam suatu negara atau wilayah, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka untuk menentukan arah dan tujuan ke mana pendidikan beserta hasilnya akan diarahkan, sesuai dengan cita-cita negara atau wilayah yang bersangkutan.
Senada dengan itu, George R. Knight sebagaimana dikutip oleh Toto Suharto, secara umum menyebutkan 4 (empat) urgensi dari mempelajari Filsafat Pendidikan Islam, yaitu:
a. Dapat membantu para pendidik dan aktivis kependidikan untuk memahami berbagai persoalan mendasar tentang pendidikan.
b. Memungkinkan bagi para pendidik untuk dapat mengevaluasi secara lebih baik, dan memilih berbagai tawaran yang merupakan solusi bagi persoalan-persoalan kependidikan.
c. Untuk membekali para pendidik dan aktivis kependidikan berfikir klarifikatif tentang tujuan-tujuan hidup dalam kaitannya dengan pendidikan.
d. Untuk memberi bimbingan dalam mengembangkan suatu sudut pandang yang konsisten, dan mengembangkan berbagai program pendidikan yang berhubungan secara realistis dengan konteks negara secara khusus, dan dunia global secara umum.
Dari beberapa manfaat mempelajari Filsafat Pendidikan, dapat disimpulkan bahwa pada intinya, Filsafat Pendidikan Islam merupakan pegangan dan pedoman yang dapat dijadikan landasan filosofis bagi pelaksanaan pendidikan Islam dalam rangka upaya untuk menghasilkan generasi baru yang terdidik dan berkepribadian Muslim, di mana seluruh perilaku hidupnya senantiasa dijiwai oleh ajaran Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar